Puisi ini adalah hasil kolaborasi gue dan teman gue, Tini.
Lets enjoy J
Tatap aku, tatap aku,
aku meminta
Sepertinya tak
mungkin
Kau tak melihatku
Tapi cukup sampai
disini
Berhenti berlagak
menatap bintang
Atau menunduk meneliti
jalan
Sekali-kali sorotlah
kesini
Ke pelangi yang
meredup ini
Jangan membuatku
membencimu
Sungguh lebih dari
apapun kau bagiku
Aku hanya ingin
seperti mereka
Cobalah mengerti…
Lihat aku kepompong
yang terus menuai kekecewaan !
Beritahu aku sampai
kapan kau mengurungku dibawah kaos
kakimu?
Dan harus sam[pai
kapan ku harus memunafikkan hati?
Berpura-pura terlelap
ditengah taman tulip
Sungguh indah tapi
palsu
Untuk apa semua ini? Aku
bertanya
Hei, mengapa kau
hanya diam?
Sinar redup terus menertawaiku
Tolong hentikan
langkah kakimu
Tengok ke belakang,
walau sekali
Mungkin akan mencabut
jarum dari dalam
Kau tahu?
Luka ini membutakanku
dan mematahkan intan yang kau tanam
Haruskah aku terus
bertengkar?
Aku benar benar
lelah, sungguh….
NB: yang di cetak miring
tulisan tini yang di bold tulisan
gue :D