A. Anak Tunggal
Sifat : Ciri khas anak tunggal suka menggantungkan cita-cita yang tinggi dan sangat idealistic. Anak Tunggal memiliki kadar idealistic yang super tinggi (tertinggi diantara anak yang lain dalam hal jodoh, dan pekerjaan). Anak tunggal juga sangat suka bepergian, berekreasi atapun berpetualang. Anak Tunggal memiliki kesamaan dengan anak pertama yakni tidak suka berbuat ulah (cinta akan perdamaian). Kecenderungan si Anak Tunggal lebih suka kepada lawan jenis yang berwajah dan bersikap dewasa. Sangat bertanggung jawab dan sangat perhatian hingga sangat bisa diandalkan. Anak tunggal cenderung lumayan jauh dari ‘penyakit’ bimbang, sehingga urusan mengambil keputusan bukan perkara sulit bagi dia. Kekurangan anak ini apalagi kalau bukan egonya yang berlipat-lipat ganda. Sangat menuntut perhatian dari orang-orang sekitarnya dan selalu pengen diutamakan dalam segala hal.
Selera Jodoh: Anak tunggal menurut penelitian Psikolog kurang cocok dengan anak tengah, akan banyak konflik terjadi karena banyak perbedaan. Menurut pengamatan dan penelitian, anak tunggal kurang suka dengan tipe yang pecicilan (biasanya bungsu) dia lebih suka yang bersikap dewasa dan serius seperti anak Pertama (umumnya).
B. Anak Sulung
Sifat : Sifat dasar anak pertama adalah bijaksana, bersikap lebih dewasa dan memiliki paling banyak ilmu namun kadang jarang dikeluarkan/diucapkan. Anak Sulung berpikir lebih kritis (umumnya memiliki daya analisa yang paling kuat). Anak pertama banyak ilmunya di dalam dirinya namun tidak banyak dikeluarkan oleh ucapan kecuali oleh teman terdekatnya saja. Sifat baik anak Sulung yang lain adalah jarang memukul atau tidak usil karena sifatnya agak serius. Sifat buruk anak Sulung adalah paling perhitungan, paling pelit, dan sangat pemilih dalam urusan jodoh daripada anak-anak yang lain (pada umumnya), dan biasanya sangat mengharapkan sekali pasangan yang ganteng atau yang cantik, ataupun mapan dan berduit. Sangat bertanggung jawab ,
Selera Jodoh :Anak Pertama orangnya pengertian dan dewasa, biasanya langsung suka dengan anak Bungsu, namun tidak menutup kemungkinan ke tipe anak lain asalkan nyambung dan ada rasa cinta, karena pada umumnya Anak pertama menyukai pasangan yang cantik/ganteng atau yang mapan (idealistic).
C. Anak Tengah
Sifat : Anak Tengah memiliki sifat dasar lebih bebas, Pemberani, Percaya diri tinggi dan lebih mudah berekspresi dalam perkataan dan tindakan (Mudah berkomentar, dan sangat luwes dalam gerakan). Sifat baik anak Tengah adalah sangat ramah dan mudah bergaul atau menyesuaikan diri dengan orang lain sehingga dengan mudah disukai banyak orang, disamping itu memiliki jiwa seni lebih tinggi daripada anak yang lain (Seniman). Sifat kurang baiknya adalah mudah emosi, gampang tersinggung, suka membuat ulah/gara-gara namun mudah merasa iba, ringan tangan, mudah untuk bentrok/cekcok dengan orang lain karena anak tengah umumnya gak mau kalah (pengen menang) Anak Tengah paling pemberani diantara yang lain (Bernyali besar). Biasanya Anak Tengah paling mudah berkomunikasi atau akrab juga dengan anak tengah tapi juga gampang konflik juga dengan anak tengah itu sendiri. Karakternya umumnya sangat berlawanan dengan saudara- saudara kandung yang lain. Walau banyak anak tengah yang dari luar keliatannya merupakan pribadi yang terbuka tapi sebenarnya dia cenderung tertutup. Dalam banyak hal, terutama buat urusan pribadi, enggak mau cerita apalagi minta tolong sama keluarga. Kenapa demikian??? Karena posisi yang “kejepit” di dalam keluarga, anak tengah suka merasa tidak diperdulikan sama keluarganya. Situasi ini justru membuat anak tengah punya kelebihan juga, lebih bisa membina hubungan yang solid dengan orang-orang diluar keluarga intinya, serta lebih mudah membaca dan memahami isi pikiran orang lain.
Jodoh : Kalo menurut ilmu jodoh psikologi anak tengah kurang cocok dengan anak tunggal disebabkan karena banyaknya perbedaan dan akan ada konflik. Anak tengah akhirnya akan mencari jodoh yang dapat memenangkan hatinya.
akan
D. Anak Bungsu
Sifat : anak bungsu memiliki sifat Fun (menyenangkan) dan manja (kolokan) dikarenakan sudah mempunyai kakak-kakak diatasnya jadi merasa menggantungkan dengan kakaknya atau orang tuanya (pada umumnya tapi tidak mesti). Anak Bungsu kurang cocok untuk jadi seorang pemimpin karena kurang tegas (tidak semuanya). Kebaikan anak Bungsu ini umumnya berbadan paling sehat, jarang mengalami sakit apalagi yang berat-berat, dan biasanya paling awet muda diantara anak-anak yang lain (baby face). Sifat buruk dari anak Bungsu adalah ini paling gampang dalam mengeluarkan duit (boros) dan kurang suka menabung karena kurang suka perhitungan. Cenderung jadi sosok yang ramah dan menyenangkan. Pintar bergaul, populer dan gampang bikin orang kesengsem. Mengapa bisa begitu karena umumnya sangat easy going. Enggak mau ribet mikirin apa-apa dan enggak terlalu peduli dengan berbagai masalah yang datang. Egonya sangat tinggi, sering kali di manja. Dia juga suka memberontak, itu dia lakukan gak lebih untuk memperoleh otoritasnya karena dia sebenarnya enggak suka didominasi. Anak bungsu mempunyai tanggung jawab dan perhatian yang besar terhadap keluarga. Meskipun keliatannya suka gak mau ambil pusing, anak ini sangat loyal terhadap keluarganya. Jika ada keluarga yang tertekan anak bungsu akan keluar dan menjadi tameng untuk keluarganya.
Jodoh : Dalam hal jodoh Anak Bungsu bisa cocok dengan semuanya karena anak bungsu oranganya tidak terlalu perhitungan dan pilih-pilih asalkan bisa mendapatkan jodoh yang baik (menurut si bungsu).
E. Anak Kembar
Bisa seperti anak sulung atau bungsu, tergantung pada peran yang didapatnya: sebagai kakak atau sebagai adek. Anak kembar yang lahir lebih dahulu dalam proses kelahiran normal biasanya dianggap sebagai kakak, sementara yang lahir belakangan dianggap sebagai adek. Padahal , berdasarkan pada beberapa penelitian terhadap anak-anak kembar, posisi sulung atau bungsu pada anak kembar gak selalu tetap. Banyak penelitian psikologi yang menemukan fakta bahwa ketika umur anak kembar sudah sekitar 11 atau 12 tahun, peran mereka bisa bertukar satu sama lain. Jadi, yang lahir lebih dahulu akan memposisikan diri sebagai adek, dan sebaliknya yang belakangan malah seolah kakaknya. Ikatan batin diantaranya sangat tinggi. Cinta, kasih sayang, perhatian dan tanggung jawab mereka pada kembarannya jauh lebih besar dibandingkan pada anggota keluarga lainnya.
Sumber: http://unikmenarik.blogspot.com/2008/06/sifat-karakter-anak-sulung-tengah.html dan http://vanzrock.wordpress.com/2009/09/16/mengenal-karakter-dari-urutan-kelahiran/
Kamis, 19 April 2012
Sabtu, 14 April 2012
Melihat Karakter Seseorang Dari Tulisan Tangannya
Menurut riset, keakuratan analisa teknik grafologi ini mencapai 80-90%, dan ini adalah beberapa sifat yang bisa di lihat lewat tulisan seseorang:
Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.
Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan
Nah silahkan dicoba pada diri sendiri dulu, kemudian terhadap orang disekitar kita sebagai pembuktian. Semoga bermanfaat :))
Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.
Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan
Nah silahkan dicoba pada diri sendiri dulu, kemudian terhadap orang disekitar kita sebagai pembuktian. Semoga bermanfaat :))
Hujan...
Hujan.... dapat menjadi teman tapi terkadang menjadi musuh. Hujan, bagai nada-nada indah yang menemani dikala sunyi. Hujan kali ini merupakan kebahagiaan tersendiri buatku, aku merasakan kebersamaan, kehangatan dikala dingin, dan suara tawa yang menenangkan hati. Meski harus membutuhkan sedikit pengorbanan untuk sampai pada titik kebersamaan ini tapi itu tidak ada artinya. Begitulah arti persahabatan, terkadang kita harus rela berkorban demi sahabat-sahabat kita... rasa jenuh dan bosan pun kerap kali menghampiri tapi itu jugalah yang membuat persahabatan mempunyai nilai indah dan damai.
Hujan kali ini memberiku pelajaran pentingnya kebersamaan itu, manusia tidak bisa hidup sendiri meski mencoba beribu-ribu kali.
Hujan sudah menjadi saksi anak manusia yang mencoba membuat orang lain merasa berarti dan dianggap. Indahnya hidup ini jika kita bisa berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita. Jangan pernah merasa sendiri dan menyendirikan diri, banyak orang di sekeliling kita yang selalu berusaha membuat kita tersenyum, lalu.... tertawa. "Kebersamaan".. manusia tidak bisa mengelak dari hukum alam tersebut.
Setelah panjang lama bercuap-cuap tentang hujan. Saatnya mengucapkan SAENGIL CHUKAHAMNIDA, DORIS :))
Hujan kali ini memberiku pelajaran pentingnya kebersamaan itu, manusia tidak bisa hidup sendiri meski mencoba beribu-ribu kali.
Hujan sudah menjadi saksi anak manusia yang mencoba membuat orang lain merasa berarti dan dianggap. Indahnya hidup ini jika kita bisa berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita. Jangan pernah merasa sendiri dan menyendirikan diri, banyak orang di sekeliling kita yang selalu berusaha membuat kita tersenyum, lalu.... tertawa. "Kebersamaan".. manusia tidak bisa mengelak dari hukum alam tersebut.
Setelah panjang lama bercuap-cuap tentang hujan. Saatnya mengucapkan SAENGIL CHUKAHAMNIDA, DORIS :))
Selasa, 10 April 2012
Stop you're pretending, Dije !
Ada yang bisa mengajariku untuk tidak berpura-pura lagi? Sungguh, aku lelah dengan ini semua. Mungkin ini salahku selalu kelihatan baik-baik saja di depan siapapun, apalagi di rumah. Tawa keras itu, senyum lebar itu, mungkin semuanya bukan kemauan hatiku. Aku berbohong. Ya, aku membohongi diriku sendiri, orang lain, apalagi ibu. Tapi, aku susah untuk cerita, aku malu, aku selalu memilih untuk menjadi pendengar.
Mungkin setealah aku bercerita tidak ada yang ingin berteman denganku lagi. Tatapan mereka padaku akan berubah. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku memilih untuk 'berpura-pura' saja, aku tidak ingin ada yang berubah dalam hidupku, apalagi teman-temanku. Cukup aku sendiri. Sendiri. Entah Tuhan tahu atau tidak.
Jika aku boleh bertanya aku ingin bertanya salah siapa ini? takdirkah? tapi Tuhan-lah pembuat takdir itu. Dan orang-orang bilang Tuhan tak pernah salah, Dia Maha Sempurna. Lalu salah siapa ini? jika tak ada yang bisa menjawab, bertanya akan ku ubah pertanyaanku, Karena apa ini? Aku-kah? Atau Ayah Ibu? Atau mungkin teman-temanku? Entahlah....... Siapapun tolong hapus semua hal-hal mengerikan yang sudah terjadi dalam hidupku. Terserah dengan cara apa. Tip-X, penghapus, air mata, atau mungkin ludah.
Aku sudah cerita panjang lebar, tapi siapapun yang membacanya pasti bingung. Ya, begitulah aku pahamilah aku (kenapa jadi nyanyi? hehe) Aku tidak tahu harus mulai cerita dari mana. Mungkin aku ditakdirkan untuk menjadi pendengar.
Ibu: Tinggalkan apa yang kamu lakukan sekarang!
Ibu berteriak seperti itu barusan. aku harus mengakhiri ceritaku :D
Langganan:
Postingan (Atom)
